Notification

×

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sudah Bayar Pajak ke Pemko Medan, Toko Roti Majestyk Terancam Gulung Tikar Akibat Akses Jalan Ditutup Pedagang Angkringan

Jumat, 31 Juli 2026 | 23.37 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-31T17:59:35Z


Medan, MarmataNews.id - Sudah bayar Pajak ke Pemerintah Kota (Pemko Medan), Toko roti Majestyk & Cake Shop yang berada di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Petisah Tengah Kecamatan Medan Petisah Kota Medan terancam gulung tikar alias tutup. Pasalnya akses jalan pintu masuk dan keluar ke toko nya ditutup oleh lapak pedagang Angkringan yang letaknya percis di persimpangan jalan masuk dari Sekip Baru Kelurahan petisah Tengah dan akses keluar ke jalan Rasak Baru sudah tertutup muali dari Jam 19.00 Wib, sehingga masyarakat yang mau membeli roti jika mengendarai roda 2 dan roda 4 tidak bisa masuk langsung parkir ke depan toko roti Majestyk seperti yang selama ini.


Sementara, toko roti Majestyk itu buka setiap hari mulai pagi jam 07.00 wib sampai jam malam 22.00 Wib.

Dari pengakuan pemilik Toko roti Majestyk mengungkapkan bahwa pihaknya sudah melaporkan ke pihak Kecamatan Medan Petisah dengan keberatannya atas adanya pedagang angkringan yang menutupi akses masuk dan keluar bagi para pembeli yang datang bila menaiki kendaraan roda 4 dan 2.

"Jauh- jauh hari sudah kita laporkan ke Pihak Kecamatan Medan Petisah stas kehadiran pedagang angkringan yang telah menghambat akses masuk dan keluar ke toko kita, tetapi hingga hari ini belum pernah ditindak oleh pihak Kecamatan Medan Petisah ataupun Pemko Medan" ucapnya, Kamis (30/7/2026).

Dikatakannya, para pedagang angkringan ini mulai bukanya sekitar pukul 6 dan 7 magrib. Sementara, toko roti Majestyk ini tutup nya jam 10 malam setiap hari.

"Kan sudah jelas usaha kami tertutup dan akses jalan masuk bagi para pembeli ke toko roti Majestyk ini sudah tidak ada, sementara kami sudah bayar pajak usaha dan pajak PBB ke Pemko Medan. Bisa- bisa usaha kami gulung tikar dan tutup akibat ulah pedagang angkringan itu." bebernya kesal melihat kinerja Pemerintah di Kota Medan.

Sebelumnya, Ibu Rida sebagai Penanggungjawab harian di Toko Roti Majestyk menyampaikan bahwa toko roti Majestyk saat ini sangat terganggu setelah kehadiran para pedagang angkringan yang berjualan didepan Toko roti Majestyk. Karena, akses kendaraan roda 4 dan roda 2 yang mau masuk ke toko roti dari persimpangan Jalan Sekip Baru dan akses keluar ke persimpangan jalan Rasak Baru sudah tidak bisa lagi akibat ditutup oleh korsi dan meja para pedagang angkringan di sepanjang lurusan toko tersebut.

Rida juga mengatakan bahwa pihak nya sudah pernah menegur para pedagang angkringan yang berada didepan toko nya karena telah menutupi akses jalan masuk dan keluar ke toko nya.

"Namun jawaban dari para pedagang angkringan itu sangat mengejutkan, katanya bahwa mereka sudah membayar lapak. Tetapi tidak tau bayar nya sama siapa." ungkap Rida, Minggu sore (19/7/2026) menirukan ucapan pedagang angkringan itu.

Ketika ditanya kembali, apakah pihak toko roti Majestyk sudah pernah melaporkan hal tersebut ke pihak Pemko Medan, Satpol PP Kota Medan dan Kecamatan Medan Petisah serta Kelurahan Petisah Tengah terkait di tutupnya akses jalan masuk dan keluar ke tokonya,??

"Sudah pernah di laporkan ke pihak Kecamatan dan Kelurahan Petisah Tengah melalui Kepala Lingkungan (Kepling) nya, namun yang melaporkan pada saat itu bukan Dia melainkan melalui rekan kerja nya di Majestyk dan pas pada hari ini Dia tidak masuk kerja." tegasnya sambil mengatakan kekecewaannya melihat kinerja pihak Kelurahan dan Kecamatan serta Pemko Medan yang belum pernah datang turun untuk menindak pedagang angkringan tersebut.

Sementara, Ajo salah satu pedagang sate percis di depan emperan Toko besi Subur - Baru Jalan Gatot Subroto No. 73B yang bersebelahan dengan Toko roti Majestyk mengatakan, semenjak ada lapak pedagang angkringan yang baru 3 kali buka itu dagang nya menjadi tak laku karena tertutup. Begitu juga dengan toko roti Majestyk, usahanya tidak laku dan terancam tutup karena akses jalan mau masuk ke toko nya sudah tidak bisa karena ditutup lapak penjualan angkringan itu.

"Uda ku tegur juga orang itu, apa maksud kalian membuat lapak dagangan kalian di depan jualan ku. Uda itu bilang Ajo lagi, lapak kalian itu kan letaknya sudah salah karena pas di badan jalan yang telah menutupi akses masuk orang- orang mau belanja ke toko roti Majestyk itu." ucap Ajo kesal yang sudah puluhan tahun berjualan ditempat itu.

Ajo menjelaskan, kalo pedagang angkringan yang berjualan dibadan jalan itu orangnya selalu berganti- ganti.

"Seperti Minggu lalu, yang menyuruh berjualan di badan jalan itu diketahui dari pihak yang mengaku- ngaku oknum Ormas setempat. Tetapi pedagang angkringannya sudah ditutup setelah dilarang pihak aparat kepolisian setempat." ungkapnya.

Namun lanjut Ajo, selama 3 hari ini sudah ada orang yang buka kembali dengan orang nya yang berbeda.

"Kalo info yang didapat, lapak itu di perjualbelikan kembali oleh gelandangan yang mengaku- ngaku sebagai anggota Ormas dan mengaku pemuda setempat itu. Sementara sudah jelas diketahui, pedagang angkringan yang pertama sudah tutup, ini malah dibikin lagi pedagang angkringan dengan orang yang baru. Dikiranya jalan itu adalah hak miliknya peribadi, sehingga sesuka hatinya membuat orang berjualan dibadan jalan itu. Padahal kita ketahui bahwa Dia adalah orang pendatang di tempat ini. Sebab, tidur nya aja di warung kopi itu setiap hari dan kita menduga KTP pun tidak ada" beber Ajo jengkel.

Dari amatan di lokasi, Jumat (31/07/2026) sekitar jam 20.00 wib malam memang benar terlihat jalan akses masuk dan keluar ke toko roti Majestyk telah tertutup akibat keberadaan lapak pedagang angkringan yang meletakkan seteling dan korsi serta meja nya percis di badan Jalan persimpangan di jalan Sekip Baru dan begitu juga akses jalan keluar yang mengarah ke persimpangan jalan Rasak Baru Kelurahan Petisah Tengah telah tertutup.

Sebelumnya, menanggapi hal diatas saat di konfirmasi pihak Kecamatan Medan Petisah melalui Heri bagian Trantib pada (17/7/2026) mengatakan akan menyurati pihak pedagang angkringan tersebut.

Begitu juga dikatakan Kasat Pol PP Kota Medan, Yunus saat di konfirmasi melalui sambungan telponnya pada (18/7/2026) mengatakan akan menindak para pedagang angkringan yang telah mengganggu akses masuk dan keluar di depan toko roti Majestyk itu.

"Apalagi pengaduan masyarakat seperti ini, kami dalam hal ini pihak Satpol PP Kota Medan wajib menanggapinya dan akan segera melakukan penindakan. Apalagi pedagang angkringan seperti ini yang telah mengganggu dan menutupi akses jalan masuk ke toko- toko yang berada disitu." ucapnya.

Yunus juga menegaskan bahwa pihaknya dalam hal ini sebagai Kasat Pol PP Kota Medan, tidak ada kepentingan dalam para pedagang angkringan tersebut.

"Saya sebagai Kasat Pol PP Kota Medan meminta kepada Wartawan dan Masyarakat Kota Medan, jika ada mengetahui dan melihat Anggotanya ada membekingi dan memintai uang dari para pedagang, tolong beritahu dan laporkan kepada saya biar oknum Satpol PP tersebut saya tindak tegas." tegasnya.

Ketika dicoba kembali konfirmasi kepada Heri bagian Trantib Kecamatan Medan Petisah, Jumat (32/07/2026) malam, namun tidak merespon hingga berita ini di terbitkan.(Tim)
×
Berita Terbaru Update