Simalungun, MarmataNews.id – Memasuki triwulan terakhir Tahun Anggaran 2026, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara menggelar Coaching Clinic Pelaksanaan Anggaran dan Perbendaharaan di Parapat, Senin (28/9).
Sebanyak 110 peserta hadir, terdiri dari Kepala UPT Keimigrasian se-Sumatera Utara dan para pengelola keuangan satuan kerja. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh satuan kerja menutup tahun anggaran dengan kinerja keuangan yang optimal dan tertib administrasi.
Lebih dari sekadar forum evaluasi, Coaching Clinic dirancang sebagai ruang pemecahan masalah atas berbagai kendala teknis dan administratif yang dihadapi satuan kerja. Peserta mendapat pendampingan langsung terkait penyusunan dokumen pertanggungjawaban, Rencana Penarikan Dana (RPD), hingga evaluasi Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA).
Pendampingan ini diperkuat dengan kehadiran narasumber dari Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sumatera Utara serta perwakilan Direktorat Jenderal Imigrasi.
Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Sumut, Dr. Parlindungan, S.H., M.H., dalam sambutannya meminta seluruh satuan kerja memanfaatkan sisa waktu dengan mempercepat realisasi anggaran secara terukur dan menghindari penumpukan pencairan di akhir tahun.
"Anggaran dalam DIPA merupakan amanah rakyat. Setiap rupiah yang dikelola harus memberikan manfaat melalui pelaksanaan tugas dan fungsi, termasuk pengawasan orang asing yang efektif serta pelayanan keimigrasian yang transparan, pasti, dan cepat," tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Kanwil Ditjen Imigrasi Sumut mendorong seluruh UPT memastikan pelaksanaan anggaran berjalan efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Komitmen tersebut sekaligus menjadi wujud dukungan terhadap 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta penegasan semangat Imigrasi untuk Rakyat, bahwa setiap rupiah anggaran negara harus kembali dalam bentuk layanan terbaik bagi masyarakat.(n)

