Notification

×

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Soetopo Berutu Pimpin Pelaksanaan Sosialisasi dan Pelatihan HYDRO KLIEN bagi Klien Pemasyarakatan pada Bapas Kelas I Medan sebagai Implementasi Proyek Perubahan PKN II Tahun 2026

Selasa, 20 Oktober 2026 | 16.03 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-20T09:03:39Z


Medan, MarmataNews.id – Soetopo Berutu, M.Si., memimpin pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan HYDRO KLIEN bagi klien pemasyarakatan pada Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Medan. Selasa, (20/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi proyek perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II LAN Angkatan 35 Tahun 2026 di Banda Aceh, yang berfokus pada pemberdayaan melalui keterampilan budidaya tanaman dengan sistem hidroponik.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 12 warga binaan Lapas Kelas I Medan dan 13 klien pemasyarakatan mengikuti pelatihan yang mencakup pengenalan serta praktik budidaya tanaman hidroponik. Program ini diharapkan dapat menjadi bekal keterampilan bagi para peserta untuk meningkatkan kemandirian dan mempersiapkan diri menjalani kehidupan yang lebih produktif setelah kembali ke tengah masyarakat.

Soetopo Berutu menjelaskan bahwa budidaya hidroponik memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai peluang usaha karena dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan terbatas. Selain itu, jenis tanaman yang dibudidayakan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar, seperti kangkung, bayam, pakcoy, selada, dan berbagai jenis sayuran lainnya.

Menurutnya, penguasaan keterampilan hidroponik dapat membuka kesempatan bagi warga binaan dan klien pemasyarakatan untuk mengembangkan usaha secara mandiri. Pemanfaatan lahan sempit maupun lahan yang belum produktif juga menjadi salah satu keunggulan metode budidaya ini.

Pelaksanaan program HYDRO KLIEN turut memperoleh dukungan dari Kepala Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan, Amran, S.T., M.T., serta Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara, Jalu Yuswa Panjang, M.Si. Dukungan tersebut menjadi dorongan bagi pengembangan program pembinaan yang berorientasi pada peningkatan keterampilan dan perluasan peluang ekonomi bagi warga binaan maupun klien pemasyarakatan.

Dukungan serupa juga disampaikan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Medan, Ahmad Untung Lubis, S.Sos., M.M. Ia menyambut baik pelaksanaan program HYDRO KLIEN yang mengintegrasikan keterampilan di bidang pertanian dengan upaya pemberdayaan klien pemasyarakatan. Program ini dinilai memiliki potensi untuk membekali peserta dengan keterampilan praktis, membuka peluang usaha, serta mendorong kemandirian ekonomi setelah mereka kembali ke masyarakat.

Menurut Ahmad Untung Lubis, pengembangan budidaya hidroponik dapat menjadi salah satu alternatif kegiatan produktif yang berpeluang dikembangkan secara berkelanjutan. Dengan pendampingan dan penerapan keterampilan yang tepat, program ini diharapkan memberikan manfaat nyata bagi peserta sekaligus mendukung pengembangan sektor pertanian di Kota Medan.

Sebelum mengikuti pelatihan, para peserta terlebih dahulu menjalani asesmen untuk memetakan potensi, minat, dan kesiapan mereka dalam mengikuti kegiatan. Hasil asesmen tersebut menjadi dasar dalam menyesuaikan pelatihan dengan kebutuhan peserta agar keterampilan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal.

Pelatihan dilaksanakan selama lima hari dengan mengutamakan pembelajaran praktis. Melalui program HYDRO KLIEN, diharapkan para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai budidaya hidroponik, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif dan peluang usaha setelah kembali ke masyarakat.

Program ini menjadi salah satu langkah dalam mendorong pembinaan yang berorientasi pada keterampilan, kemandirian, dan kesiapan warga binaan serta klien pemasyarakatan untuk berintegrasi kembali ke tengah masyarakat.(Rel)

×
Berita Terbaru Update