Labuhan Deli, MarmataNews.id – Sebanyak 30 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas I Labuhan Deli mengikuti kegiatan pembinaan kesadaran berbangsa dan bernegara yang dilaksanakan pada Rabu, 6 Agustus 2025, bertempat di Ruangan Moralitas Lantai 2 Rutan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai cinta tanah air serta menumbuhkan semangat nasionalisme di kalangan WBP.
Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Medan Labuhan, yang memberikan materi seputar pentingnya peran warga negara dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara. Para peserta tampak antusias mengikuti sesi ini, yang dikemas dengan pendekatan interaktif dan edukatif.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala Seksi Pelayanan Tahanan Bapak Power Siahaan, didampingi oleh Kepala Sub Seksi serta staf dari BHPT. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap program pembinaan yang diselenggarakan di lingkungan Rutan.
Kepala Seksi Pelayanan Tahanan, Bapak Power Siahaan, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membentuk karakter dan menanamkan nilai kedisiplinan serta nasionalisme kepada warga binaan, sebagai bekal berharga ketika mereka kembali ke tengah masyarakat. "Kami berharap setelah bebas nanti, para warga binaan dapat menjadi pribadi yang lebih baik, mandiri, dan turut serta dalam pembangunan bangsa," ujarnya.
Pemateri dari Gerakan Pramuka juga menyampaikan bahwa semangat kebangsaan tidak mengenal batas, termasuk bagi mereka yang sedang menjalani masa pidana. Oleh karena itu, pembinaan seperti ini menjadi wadah penting untuk membangun semangat positif di dalam diri warga binaan.
Usai kegiatan di Ruang Moralitas, pembinaan dilanjutkan dengan sesi pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) yang berlangsung di Aula Lantai 3 Rutan. Dalam sesi ini, para WBP dilatih kedisiplinan, kekompakan, dan kerja sama melalui baris-berbaris oleh tim Gerakan Pramuka.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam proses pembinaan berkelanjutan yang tidak hanya membekali warga binaan, tetapi juga mendorong mereka untuk berkontribusi positif bagi lingkungan sosial setelah bebas nantinya.(Rel)

