Medan, MarmataNews.id - Dalam rangka membentuk karakter serta meningkatkan kesadaran moral warga binaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan melaksanakan kegiatan pembinaan moralitas pada hari ini, Kamis (26/2/2026), bertempat di ruang pembinaan lapas. Kegiatan ini terlaksana melalui kerja sama dengan Yayasan Moralitas Cemara sebagai mitra pembinaan.
Kegiatan pembinaan kali ini mengangkat materi tentang pentingnya mengendalikan sikap egois serta menumbuhkan rasa empati, khususnya terhadap orang tua dan keluarga. Dalam penyampaian materi, warga binaan diajak memahami bahwa sikap yang terlalu berpusat pada diri sendiri dapat berdampak pada hubungan sosial dan keluarga. Oleh karena itu, penting untuk belajar memikirkan perasaan orang tua serta menghargai setiap pengorbanan yang telah diberikan.
Melalui ilustrasi sederhana bertajuk “Story 1 di Meja Makan”, warga binaan diberikan pemahaman mengenai makna kasih sayang dan perjuangan orang tua dalam memenuhi kebutuhan anak. Disampaikan bahwa ketika seseorang terbiasa dipenuhi kebutuhannya tanpa memahami proses di baliknya, hal tersebut dapat menumbuhkan sikap emosional dan kurangnya rasa syukur. Sebaliknya, kepedulian dan perhatian kecil kepada orang tua akan menghadirkan kebahagiaan serta mempererat hubungan kekeluargaan.
Di tempat terpisah, Kepala Lapas Kelas I Medan, Fonika Affandi, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin bersama Yayasan Moralitas Cemara dalam mendukung program pembinaan kepribadian warga binaan. Menurutnya, pembinaan moralitas menjadi bagian penting dalam proses pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada keterampilan, tetapi juga pembentukan karakter.
“Pembinaan ini menjadi sarana refleksi bagi warga binaan untuk memperbaiki diri, menumbuhkan empati, serta memperkuat nilai hormat dan kasih kepada orang tua. Kami berharap nilai-nilai ini menjadi bekal positif saat mereka kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa sinergi dengan berbagai pihak akan terus diperkuat guna menghadirkan program pembinaan yang menyentuh aspek mental, emosional, dan spiritual warga binaan, sehingga proses reintegrasi sosial dapat berjalan secara optimal.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas I Medan kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pembinaan yang humanis, terarah, dan berkelanjutan demi terciptanya perubahan perilaku yang lebih baik.(Rel)

