Medan, MarmataNews.id - Anggota DPRD Kota Medan dari Dapil II meliputi Kecamatan Medan Marelan, Medan Labuhan dan Medan Belawan, Saipul Bahri, apresiasi Wali Kota Medan benahi Medan Utara di Tahun 2026 ini.
Saipul Bahri menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Medan menyikapi penyataan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waras yang fokus pembangunan Pemkot Medan tahun ini di wilayah utara. Selasa (17/3/2026)
Saipul tidak menampik selama ini pembangunan Medan Utara tertinggal di bandingkan dengan wilayah lain di Kota Medan. Sebab, fokus pembangunan saat itu terkesan hanya tertumpu di inti kota. “Makanya, wilayah utara terkesan terabaikan dalam pembangunan. Padahal, wilayah utara penyumbang PDRB terbesar bagi Kota Medan,” katanya.
Atas kondisi itu, sebut politisi Partai NasDem itu, seluruh anggota DPRD Kota Medan dari Dapil II sepakat sebesar 35% anggaran tahun 2026 dialokasi untuk pembangunan wilayah utara. “Dan alokasi anggaran itu disepakati dan telah disetujui dalam RPJMD Kota Medan,” katanya.
Sekretaris Fraksi NasDem itu berharap, pembangunan yang dilakukan tidak hanya terfokus pada pembangunan fisik semata, melainkan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) jauh lebih penting. Sebab, tingkat pengangguran dan kemiskinan ekstrem di Medan Utara masih tinggi.
Pembangunan SDM itu bisa dilakukan melalui berbagai pelatihan ketrampilan kepada anak-anak muda. “Sehingga generasi muda di Medan Utara dapat mandiri dan mampu membentengi diri dari ancaman maraknya narkoba, tawuran dan judi online,” ungkapnya.
Terkait pembangunan fisik, Saipul, meminta sekaligus mengimbau warga di Medan Utara dapat mengawal proses pembangunan yang dilaksanakan nantinya. “Tidak hanya mengawal, lebih dari itu harus menjaga hasil pembangunan yang telah dilaksanakan, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya,” pintanya.
Sebelumnya Wali Kota Medan, dalam sambutannya pada Safari Ramadhan Pemkot Medan di Masjid Al Huda, Jalan Rawe IV, Kelurahan Tangkahan, Kecamatan Medan Labuhan, menegaskan fokus pembangunan Pemkot Medan tahun ini di wilayah Medan Utara. Selain pemerataan pembangunan, hal ini juga untuk menghapus kesan Medan Utara sebagai “anak tiri”.(is)

