Notification

×

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen: Media Harus Kuat Lawan Disinformasi Pemilu

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07.16 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-07T00:16:59Z


Jakarta, MarmataNews.id - Ketua DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen, menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi media di era digital saat menjadi narasumber dalam Rapat Pimpinan Nasional Serikat Media Siber Indonesia yang digelar di Jakarta, Jumat (6/3).


Dalam paparannya, Wong Chun Sen menilai perkembangan teknologi digital membawa dampak besar bagi dunia jurnalistik. Ia mencontohkan penggunaan perangkat seperti telepon seluler dengan kapasitas penyimpanan besar—mulai dari 1 terabyte hingga 2 terabyte, yang membuat arus data semakin masif dan cepat.

Menurutnya, kemampuan penyimpanan data yang besar memang memudahkan kerja jurnalistik, tetapi di sisi lain juga memicu banjir informasi yang tidak selalu terverifikasi. Kondisi tersebut berpotensi memunculkan kesalahan informasi jika tidak diimbangi dengan standar jurnalistik yang kuat.

“Perkembangan teknologi membuat data semakin banyak dan cepat beredar. Tetapi jika tidak diimbangi dengan verifikasi yang baik, maka informasi yang salah juga bisa ikut tersebar,” ujar Wong Chun Sen.

Ia juga menyinggung persoalan tekanan lokal yang sering dialami media di berbagai daerah, terutama saat momentum pemilu. Menurutnya, tekanan dari kelompok tertentu kerap menghambat independensi media dalam melakukan peliputan secara bebas dan objektif.

Selain itu, keterbatasan akses terhadap informasi resmi juga menjadi kendala bagi jurnalis dalam menyajikan berita yang akurat dan berimbang.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Wong Chun Sen menilai perlu ada kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah daerah dan media. Ia mencontohkan praktik yang dilakukan di Medan, di mana sejumlah jurnalis dilibatkan dalam kegiatan peliputan pemerintahan secara resmi sehingga informasi yang disampaikan kepada publik dapat lebih akurat.

“Kalau media dilibatkan secara terbuka, maka data yang disampaikan juga akan lebih nyata dan tidak menimbulkan spekulasi yang salah,” katanya.

Selain itu, media diharapkan mampu memberikan ruang dialog publik yang sehat, seperti debat terbuka atau diskusi konstruktif antara pemilih dan para kandidat, guna memperkuat kualitas demokrasi.

Tak kalah penting, ia menyoroti perlunya perlindungan hukum bagi jurnalis agar kebebasan pers tetap terjaga dari ancaman kriminalisasi maupun tekanan eksternal.

“Keamanan kerja jurnalis harus dijamin. Tanpa perlindungan hukum yang kuat, kebebasan pers akan sulit berjalan secara optimal,” tegasnya.

Dengan langkah tersebut, ia berharap media dapat terus berkembang sebagai pilar demokrasi yang independen sekaligus mampu memerangi kesenjangan informasi di era digital.(is)
×
Berita Terbaru Update