Notification

×

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sudah 81 Tahun Indonesia Merdeka, Kantor Lapas Kelas III Pangururan Sumut Butuh Perhatian Serius Dari Pemkab Samosir Untuk Renovasi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 16.03 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-06T14:08:19Z



Samosir, MarmataNews.id - Sudah 81 Tahun Indonesia Merdeka, Kondisi Lapas III Pangururan, Kabupaten Samosir Sumatera Utara Butuh perhatian serius dari Pemerintah Daerah setempat untuk Renovasi. 


Diketahui, sejak dari Tahun 1945 samapai sekarang Tahun 2026 Lapas Kelas III Pangururan Kabupaten Samosir belum pernah di renovasi, sehingga Kondisi hunian yang sampai saat ini padat membuat ruang gerak warga binaan menjadi lebih terbatas.
Situasi tersebut juga berpotensi mengurangi efektivitas berbagai program pembinaan yang selama ini dijalankan oleh pihak lapas.

Sementara, program pembinaan memiliki peran penting dalam membekali warga binaan dengan keterampilan dan pembentukan karakter selama menjalani masa pembinaan dan supaya ada keterampilan jika sudah selesai menjalani hukuman untuk membuka peluang pekerjaan.

Tidak hanya itu, tingkat kepadatan yang tinggi juga berpotensi meningkatkan risiko gangguan keamanan. Oleh karena itu, pengawasan yang optimal menjadi kebutuhan utama untuk menjaga stabilitas dan ketertiban di lingkungan lapas.

Apalagi diketahui, dari 100% penghuni warga binaan di Lapas Kelas III Pangururan, dipastikan 90% adalah warga Samosir dan yang 10% lagi warga binaan dari luar melalui titipan.

Kepala Lapas Kelas III Pangururan, Binur Sitanggang saat ditemui Media pada Jumat (5/6/2026) mengatakan bahwa, bangunan Lapas Kelas III Pangururan ini semula di rancang hanya untuk menampung kapasitas sekitar 50 orang warga binaan pada Tahun 1945.

Dengan berjalannya waktu dan perkembangan jaman yang sangat pesat serta dinamika tingkahlaku perbuatan manusia di saat ini, yang seharus nya kapasitas 50 orang, kini harus menampung 108 orang warga binaan atau dua kali lipat lebih dari target kapasitas yang mengakibatkan Lapas ini mengalami over kapasitas (kelebihan muatan). 

"Dari 100 % warga binaan saat ini di Lapas Pangururan, 90% orang warga binaan itu dari warga asli samosir ini dan 10% lagi dari luar termasuk dari warga binaan titipan dari Rutan Kaban Jahe Tanah Karo." ucap Kalapas yang asli berasal dari Putra Daerah Kabupaten Samosir ini.

Kemudian lanjut Binur Sitanggang, dengan over kapasitas dan sempitnya ruangan kantor di Lapas Pangururan ini menjadi sebuah tantangan yang semakin ekstra karena jumlah petugas yang tersedia masih terbatas dan tidak memadai.

"Saat ini di Lapas Kelas III Pangururan ini hanya memiliki 33 petugas yang harus menangani berbagai bidang pekerjaan secara bersamaan, mulai dari pengamanan, pembinaan, pelayanan, hingga administrasi. Dengan jumlah personel yang ada saat ini, petugas dituntut bekerja secara maksimal untuk memastikan seluruh aktivitas di dalam lapas tetap berjalan sesuai ketentuan." tegas Kalapas yang baru 1 bulan menjabat di Lapas Kelas III Pangururan.

Dikatakannya lagi, karena sesempitnya ruangan kantor di Lapas ini, terpaksa 1 ruangan dengan diameter 4x 4 dibuat menjadi 2 ruangan supaya ada ruangan untuk bagian kepala bidang. 

"Kalo dipikir- pikir, dari ruangan tersebut jika dibuat untuk tempat meja kerja dan lemari kerja saja sudah sempit dan tidak memadai. Belum lagi untuk tempat duduk jika ada tamu dan jalannya." tegasnya.

Untuk itu, Kalapas berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah dalam bentuk pengembangan fasilitas dan peningkatan kapasitas bangunan.

Menurut mantan Karutan Kelas IIB Kaban Jahe Kabupaten Tanah Karo ini, langkah tersebut diperlukan agar kondisi hunian menjadi lebih layak dan pelayanan terhadap warga binaan dapat berlangsung lebih optimal serta mampu menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih aman, tertib, dan manusiawi bagi seluruh penghuni maupun petugas.

“Kami berharap ada dukungan dari pemerintah daerah maupun instansi terkait untuk renovasi dan pengembangan bangunan Lapas Kelas III Pangururan ini. Dengan fasilitas yang lebih memadai, pelayanan kepada warga binaan dan kinerja petugas juga dapat semakin baik,” katanya. 

Apalagi tambahnya, Pulau Samosir adalah pulau Parawisata terkenal di manca negara yang dijuluki sebagai "Negeri Indah Kepingan Surga", dan masyarakatnya kental dengan Beradab dan Beradat.

"Sudah selayaknya Kantor Lapas Kelas III Pangururan ini di perhatikan oleh pihak Pemkab Samosir yang di pimpin Pak Vandiko Gultom, apalagi lokasinya terletak di Kabupaten Kota Samosir dan tempat Parawisata yang terkenal di seluruh dunia." pungkasnya.(Rel)
×
Berita Terbaru Update